GUNUNG PAKUWAJA DAN BATU RITUALNYA
Dari segi alam, Dieng menyuguhkan berbagai keindahan alam lukisan maha pencipta. Kawah-kawah yang telah mati dan kemudian terisi air, kawah-kawah yang masih hidup , air terjun, bukit-bukit kecil, dan sumber air panas. Tetapi dibalik keindahan alam tersebut ada bahaya yang mengancam baik dari dalam atau dari luar tanahnya. Dimulai dari luar, keadan para petani kentang dan tanaman sayuran lain yang memanfaatkan lahan miring di perbukitan dan gunung-gunung kecil dapat memicu terjadinya erosi dan tanah longsor. Hutan yang seharusnya menjadi daerah resapan air dengan tanaman kayu keras dan akar tunggang berubah menjadi lahan gembur pertanian berakar serabut. Yang secara otomatis akan sangat mengurangi daya cengkeram tanah saat hujan turun. Tanah yang seharusnya stabil akan mudah tergerus kebawah bersama air hujan, mengingat curah hujan di dieng cukup tinggi. Sekarang pun longsor kecil sudah sering terjadi kalau hujan turun berjam-jam. Di bahu-bahu jalan, di tebing-tebing longsor sudah menjadi pemandangan wajib. Salah satu puncaknya adalah peristiwa longsor di desa Tieng, akhir Desember 2011. Puluhan rumah warga hancur dan belasan nyawa menjadi korban. Itu terjadi karena lereng timur gunung prambanan telah gundul, dari hutan berubah menjadi lahan pertanian.
SALAH SATU PENGINAPAN DI DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Banyaknya penginapan, tersedianya transportasi, internet dan fasilitas lain menjadikan Dieng lebih baik. Dari segi ekonomi pun sangat membantu perekonomian warga pribumi Dieng. Membuka penginapan, membuka warung makan, jualan souvenir, jualan oleh-oleh, tukang ojek, rental mobil dan motor, pengusaha warnet dan guide adalah pekerjaan yang muncul setelah Dieng menjadi obyek wisata yang berkembang. Perekonomian Dieng menggeliat, banyak pilihan profesi dan tidak melulu bertumpu pada sektor pertanian. Walau tetap di sisi lain pertanian masih banyak diminati oleh warga Dieng. Warisan alam yang begitu subur ini sangat sayang untuk didiamkan. Wortel, kobis, loncang, lombok bagong dan kentang adalah sayuran yang sering ditemui di ladang pertanian sekitar Dieng.
DI BALIK KEINDAHAN PANORAMA DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Dieng… mendengar namanya akan langsung terpikirkan sebuah area pegunungan yang sangat dingin. Ya, Dieng adalah sebuah kaldera raksasa dari gunung Prau purba. Konon Dieng adalah sebuah cekungan bekas letusan kawah gunung Prau purba yang begitu besar. Dan bekas kawah itu menjadi pemukiman penduduk dengan pertanian yang sangat subur. Selain itu, Dieng adalah salah satu obyek wisata andalan Jawa Tengah yang dimiliki oleh kabupaten Wonosobo (dieng wetan) dan kabupaten Banjarnegara (dieng kulon).
DIENG PLATEAU THEATER
Di atas bukit dekat Telaga Warna
terdapat sebuah cinema kecil yang dinamakan Dieng Plateau Theater.
Sebuah bioskop mini yang memutarkan peristiwa yang terjadi di Dieng Plateau. Lokasinya berada di atas Telaga Warna dapat ditempuh melalui jalan setapak maupun jalan yang telah beraspal.
Dengan biaya masuk sebesar 3 ribu rupiah per orang, Anda mendapat pengetahuan mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di Dieng Plateau. Film yang berjudul “Dieng Negeri Khayangan (god abode)” berkisah tentang proses terjadinya Dataran Tinggi Dieng, potensi alam Dieng, pesona objek wisata Dieng, tragedi Kawah Sinila yang membunuh ratusan penduduk Dieng pada tahun 1979, kesenian tradisional Dieng, kawah-kawah yang terdapat di Dieng, dan tradisi ruwatan cukur rambut gimbal.
Cukup banyak wisatawan yang tertarik menonton film yang berdurasi pendek ini. Bagi kami menonton film dokumenter cukup menarik karena bisa mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi beberapa puluh tahun lalu yang sering terlewatkan dan kurang kita perhatian.
Dengan biaya masuk sebesar 3 ribu rupiah per orang, Anda mendapat pengetahuan mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di Dieng Plateau. Film yang berjudul “Dieng Negeri Khayangan (god abode)” berkisah tentang proses terjadinya Dataran Tinggi Dieng, potensi alam Dieng, pesona objek wisata Dieng, tragedi Kawah Sinila yang membunuh ratusan penduduk Dieng pada tahun 1979, kesenian tradisional Dieng, kawah-kawah yang terdapat di Dieng, dan tradisi ruwatan cukur rambut gimbal.
Cukup banyak wisatawan yang tertarik menonton film yang berdurasi pendek ini. Bagi kami menonton film dokumenter cukup menarik karena bisa mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi beberapa puluh tahun lalu yang sering terlewatkan dan kurang kita perhatian.
KAWAH SIKIDANG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.
TELAGA WARNA
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Kawasan Puncak Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah memiliki banyak
panorama alam menakjubkan. Di antaranya Telaga Warna dan Telaga
Pengilon. Di seputaran dua telaga ini terdapat beberapa gua alam yang menyimpan legenda dan suasana mistis.
Telaga Warna akan
menyambut para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata ini. Disebut
Telaga Warna karena memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna
telaga. Terkadang berwarna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau
berwarna-warni mirip pelangi. Variasi warna ini dipengaruhi cuaca, waktu
dan tempat melihatnya.
Telaga Warna
Menurut masyarakat
setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga itu
berwarna-warni. Konon, dahulu ada cincin milik bangsawan setempat yang
bertuah namun terjatuh ke dasar telaga.
Sementara dari kajian
ilmiah, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung
belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan
dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.
KEINDAHAN CANDI DI DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Dataran Tinggi Dieng, merupakan dataran berawa yang membentuk lantai dari kompleks kaldera pada kompleks gunung berapi Dieng aktif, dan terletak di dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.
Ini adalah situs untuk delapan kuil Hindu kecil dari abad 7 dan 8, Hindu tertua candi di Jawa Tengah, dan struktur batu pertama berdiri dikenal di Jawa. Mereka awalnya diperkirakan berjumlah 400 tetapi hanya 8 tetap. Struktur Dieng kecil dan relatif datar, tetapi arsitektur batu dikembangkan secara substansial hanya dalam hitungan puluhan tahun mengakibatkan karya seperti kompleks Prambanan dan Borobudur. Penggunaan arsitektur paling awal dari topeng iblis Jawa dan monster laut yang dipamerkan sepanjang relung dan pintu dari struktur yang tersisa. Nama "Dieng" berasal dari Di Hyang yang berarti "Abode of the Gods". Lokasi berkabut Its hampir 2000m di atas permukaan laut, dan kabut nya, efusi beracun dan belerang berwarna danau membuatnya menjadi tempat yang sangat menguntungkan untuk penghormatan agama.
Ini adalah situs untuk delapan kuil Hindu kecil dari abad 7 dan 8, Hindu tertua candi di Jawa Tengah, dan struktur batu pertama berdiri dikenal di Jawa. Mereka awalnya diperkirakan berjumlah 400 tetapi hanya 8 tetap. Struktur Dieng kecil dan relatif datar, tetapi arsitektur batu dikembangkan secara substansial hanya dalam hitungan puluhan tahun mengakibatkan karya seperti kompleks Prambanan dan Borobudur. Penggunaan arsitektur paling awal dari topeng iblis Jawa dan monster laut yang dipamerkan sepanjang relung dan pintu dari struktur yang tersisa. Nama "Dieng" berasal dari Di Hyang yang berarti "Abode of the Gods". Lokasi berkabut Its hampir 2000m di atas permukaan laut, dan kabut nya, efusi beracun dan belerang berwarna danau membuatnya menjadi tempat yang sangat menguntungkan untuk penghormatan agama.
DIENG PLATEAU AREA
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Dataran tinggi Dieng lebih dikenal sebagai lokasi wisata ketimbang
sebuah kompleks gunungapi tua dengan segala seluk beluknya. Secara
geologi Dieng merupakan sebuah kompleks gunungapi tua yang berada di
Jawa Tengah.Lokasi wisata ini sudah dikenal didalam maupun luar negeri.
Berita tentang naiknya status Waspada (level 3) kompleks Gunung Dieng
ini tentunya banyak mengundang pertanyaan. Apa sebenernya kompleks
gunung Dieng ini.
TELAGA MENJER
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
MANISAN CARICA
TARI LENGGER KHAS DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Lengger
merupakan salah satu kesenian tradisional khas dieng yang
perkembangannya sudah dimulai sejak jaman jawa kuna. Lengger merupakan
suatu bentuk tari-tarian yang biasanya ditarikan oleh sekelompok orang,
terdiri dari pria dan wanita. Penari pria mengenakan celana selutut,
ebeg, jarit sepaha, kacamata hitam, mahkota, dan sumping di telinganya,
sedangkan penari wanita mengenakan jarit semata kaki, selendang, kemben
dan mahkota. Ebeg sendiri adalah istilah yang digunakan untuk aksesoris
yang digunakan penari, anyaman bambu untuk menggantung krincingan yang
dilingkarkan di pergelangan kaki penari. Diantara penari pria, ada yang 2
penari yang memakai topeng, penthul-tembem sebutannya.
RAMPAK YAKSA
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Rampag Yaksa
Dieng tetap sejuk, dan menyambut tamu-tamunya dengan kearifan masyarakat, kecantikan alam, seni dan budayanya.
RAMBUT GIMBAL DI DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Dataran tinggi dieng (dieng plateu) sebuah dataran tinggi terbesar di
JawaTengah yang terletak di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo,
disamping memiliki kekayaan alam yang eksotis dan culture budaya leluhur
yang tetap ada sampai sekarang, juga memiliki sebuah fenomena menarik
yaitu tradisi ruwatan bagi anak yang memiliki rambut gimbal. Konon, Kyai
kolodete mengutuk masyarakat dataran tinggi dieng menjadi menjadi
berambut gimbal. Persoalannya, "kenyataan" berbau mistis ini telah
menjadi mitos ya .
GEBLEG KHAS DIENG
LOMBOK KHAS DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Lombok Dieng bentuknya mirip paprika, jauh lebih besar dari lombok biasa, tapi lebih kecil dari paprika. Warnanya variatif, merah, ijo, kuning, putih, sampe yang doreng2 ala seragam ABRI pun ada. Dan mmmmmmmhhh.,.,
Rasanya sepedas tamparan sandal jepit
Rasanya sepedas tamparan sandal jepit
TARI ANGKLUNG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu,
dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan
badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam
susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun
kecil. dan kalian dapat menjumpai kesenian ini didataran tinggi dieng ketika ada acara adat yaitu potong rambut gimbal.
TEMPE KEMUL
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Tempe Kemul adalah makanan ringan yang terbuat dari tempe yang digoreng dengan dibalut gandum. Kemul dalam bahasa Jawa berarti selimut. Makanan ini umumnya disuguhkan dalam keadaan panas. Di beberapa daerah, tempe kemul dikenal dengan istilah tempe mendoan, hanya saja kalau mendoan umumnya dimasak dalam keadaan setengah matang.
Di Wonosobo, tempe kemul banyak dijual di kaki lima, seperti misalnya bakso atau mi ongklok tetapi kadang-kadang juga dijual tersendiri. Makanan ini sangat digemari masyarakat Wonosobo termasuk juga turis, baik mancanegara atau domestik. Tempe kemul juga termasuk makanan favorit bagi bangsa Indonesia.
Di Wonosobo, tempe kemul banyak dijual di kaki lima, seperti misalnya bakso atau mi ongklok tetapi kadang-kadang juga dijual tersendiri. Makanan ini sangat digemari masyarakat Wonosobo termasuk juga turis, baik mancanegara atau domestik. Tempe kemul juga termasuk makanan favorit bagi bangsa Indonesia.
CARICA BUAH YANG ENAK
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Carica adalah sejenis pepaya yang tumbuh di daerah pegunungan (dataran
tinggi dieng), tanaman ini termasuk jenis terna raksasa dan tidak
membentuk jaringan kayu (Lignin). Tinggi pohon carica dapat mencapai 11
meter dengan kayu bercabang, buahnya berbentuk seperti rudal dengan lima
sudut memanjang dari pangkal ke ujung. Panjang buah carica mencapai
7-15 cm dan lebar diameter sekitar 3-8 cm.
sewaktu muda buah carica berwarna hijau dan menjadi kuning kejingga-jinggaan di saat masak. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar berupa daging dan bijinya, rasanya agak masam dan kenyal. Mayarakat setempat menikmati buah carica dengan cara membelahnya menjadi dua bagian dan mengambil bijinya untuk disesap.carica termasuk pohon yang mudah sekali ditanam dan dipelihara, sehingga para petani di dataran tinggi Dieng sering menanam pohon carica di pematang kebun, bersama-sama dengan tanaman sayur mayur lainya. Bulan juni - juli atau menjelang musim kemarau merupakan masa panen buah carica, untuk satu pohon carica mampu menghasilkan sekitar 10-20 Kg buah.patak banteng merupakan sebuah desa penghasil carica terbanyak di dataran tinggi dieng, pada mulanya pohon carica hanya dijadikan sebagai tanaman sampingan, karena permintaan pasar yang semakin meningkat kini pohon carica mulai dirintis sebagai tanaman utama selain kentang.Masyarakat dieng mengolah buah carica menjadi cairan sirup dalam kaleng, Atau yang lazim disebut carica dieng. Disamping rasanya yang khas buah carica mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (proteolitik). Mulai tahun 1980 carica dieng mulai dikenal di berbagai daerah lain, dari waktu ke waktu permintaan konsumen meningkat pesat sehingga carica dieng mampu menjadi salah satu sumber perekonomian yang menjanjikan.
Hingga saat ini carica dieng menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Wonosobo, yang banyak diminati wisatawan..
sewaktu muda buah carica berwarna hijau dan menjadi kuning kejingga-jinggaan di saat masak. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar berupa daging dan bijinya, rasanya agak masam dan kenyal. Mayarakat setempat menikmati buah carica dengan cara membelahnya menjadi dua bagian dan mengambil bijinya untuk disesap.carica termasuk pohon yang mudah sekali ditanam dan dipelihara, sehingga para petani di dataran tinggi Dieng sering menanam pohon carica di pematang kebun, bersama-sama dengan tanaman sayur mayur lainya. Bulan juni - juli atau menjelang musim kemarau merupakan masa panen buah carica, untuk satu pohon carica mampu menghasilkan sekitar 10-20 Kg buah.patak banteng merupakan sebuah desa penghasil carica terbanyak di dataran tinggi dieng, pada mulanya pohon carica hanya dijadikan sebagai tanaman sampingan, karena permintaan pasar yang semakin meningkat kini pohon carica mulai dirintis sebagai tanaman utama selain kentang.Masyarakat dieng mengolah buah carica menjadi cairan sirup dalam kaleng, Atau yang lazim disebut carica dieng. Disamping rasanya yang khas buah carica mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (proteolitik). Mulai tahun 1980 carica dieng mulai dikenal di berbagai daerah lain, dari waktu ke waktu permintaan konsumen meningkat pesat sehingga carica dieng mampu menjadi salah satu sumber perekonomian yang menjanjikan.
Hingga saat ini carica dieng menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Wonosobo, yang banyak diminati wisatawan..
MIE ONGKLOK
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
KRIPIK JAMUR KHAS DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Bagi
yang doyan ngemil, Keripik jamur salah satu makanan khas dataran tinggi
dieng - Wonosobo ini boleh dicicipi. Soal rasa tak kalah dengan Kacang Dieng, Keripik jamur memiliki rasa khas, yang siap bikin anda ketagihan.
Dahulu kala, masyarakat Dataran Tinggi Dieng - Wonosobo, memanfaatkan Jamur sebagai bahan makanan basah. Karena perkembangan dunia kuliner semakin pesat, masyarakat dataran tinggi dieng - Wonosobo lebih berinovatif dengan mengolah jamur menjadi keripik. Yang hingga kini Keripik Jamur lebih digemari dikalangan masyarakat setempat maupun wisatawan.
Tak hanya soal rasa yang mendapat acungan jempol, Keripik Jamur mengandung kadar protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras dan gandum. Keripik Jamur juga mengandung sembilan jenis Asam amino esensial, yang lebih menarik Jamur dikenal sebagai makanan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Lezat, Sehat, Halal dan Murah itulah ungkapan yang layak diberikan untuk Keripik Jamur. Jika anda penasaran dengan Keripik Jamur, segera bergegas ke dataran tinggi dieng untuk mendapatkanya.
Dahulu kala, masyarakat Dataran Tinggi Dieng - Wonosobo, memanfaatkan Jamur sebagai bahan makanan basah. Karena perkembangan dunia kuliner semakin pesat, masyarakat dataran tinggi dieng - Wonosobo lebih berinovatif dengan mengolah jamur menjadi keripik. Yang hingga kini Keripik Jamur lebih digemari dikalangan masyarakat setempat maupun wisatawan.
Tak hanya soal rasa yang mendapat acungan jempol, Keripik Jamur mengandung kadar protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras dan gandum. Keripik Jamur juga mengandung sembilan jenis Asam amino esensial, yang lebih menarik Jamur dikenal sebagai makanan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Lezat, Sehat, Halal dan Murah itulah ungkapan yang layak diberikan untuk Keripik Jamur. Jika anda penasaran dengan Keripik Jamur, segera bergegas ke dataran tinggi dieng untuk mendapatkanya.
KENTANG DI DIENG
Diposting oleh
Dieng Plateau
0
komentar
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari dieng yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.dan setiap penduduk dieng biasa menanam kentang untuk menghidupi keluarganya.....
Langganan:
Komentar (Atom)














